Posted by: rumahdoalampung | January 30, 2010

Nubuatan untuk Lampung dan Sumatera

Nubuatan untuk Bandar Lampung, Lampung dan Sumatera
(Diterima Januari 2010)

Aku akan membuat satu perjalanan kata Tuhan. Pada saat engkau sudah mencapai garis akhir, engkau akan melihat buahnya. Tapi dunia tidak akan mencatat apa yang terjadi saat ini, tetapi AKU mencatatnya, kata Tuhan, di mana beberapa orang berkumpul menangkap isi hati dan pikiranKu.

Engkau meminta kota ini, kata Tuhan, tetapi Aku akan memberikan Indonesia kepada anak-anakKu. Indonesia harus kembali dan Indonesia akan menjadi tolok ukur bagi dunia. Di Indonesia akan dimulai keruntuhan tembok Kedar, kata Tuhan. Sudah cukup waktunya Nama-Ku diduakan di Negara ini. Sekarang sudah waktunya Indonesia kembali kepada-Ku, kata Tuhan. AKU akan menyiapkan satu barisan yang kokoh, kata Tuhan.

Aku akan memanggil semua hamba-hambaKu keluar dari gerejanya, kata Tuhan. Duduk bersama-sama. Tinggalkan yang tertinggal, lari bersama-sama saling berpegangan tangan, kata Tuhan.

Dan engkau akan melihat saudaramu dengan cara yang berbeda, engkau akan menyadari suatu hal yang tidak pernah engkau lihat selama ini, engkau akan melihat bahwa kalian adalah sama. Tidak ada lagi tembok yang akan memisahkan, kata Tuhan. Aku akan menyiapkan waktu itu, dimana hamba-hambaKu akan duduk berdampingan satu dengan lainnya dan mereka duduk bersama-sama menyerukan Nama-Ku. Aku memberikan beban itu kepada setiap orang, kata Tuhan. Keluar dari tempat masing-masing untuk duduk bersama-sama. Dan setelah itu mereka akan kembali ke tempatnya masing-masing dan mereka akan mengabarkan apa yang mereka dapatkan, dan kegerakan itu akan dimulai, kata Tuhan, kegerakan itu akan dimulai, tetapi semuanya itu dimulai dari doa, kata Tuhan, semuanya dimulai dari doa.

Aku akan memberikan dunia kepada anak-anakKu, kata Tuhan, tapi engkau harus mulai berdoa, karena sudah semakin dekat waktunya, sudah semakin dekat waktunya, kuk yang mengekang kota ini harus segera dilepaskan. Api menjalar dari bawah ke atas. Pada saat Lampung dipulihkan masalah Sumatera kembali hanya tingaal menunggu waktu, kata Tuhan.

Aku akan memberikan titik-titik vital di kota ini, kata Tuhan. Pada setiap hamba-hamba-Ku mereka akan mendapatkan titik-titik yang berbeda, suatu titik-titik yang akan memegang kota ini, dan engkau akan melihatnya, satu persatu dan semuanya berbeda tapi untuk tujuan yang sama, semua titik-titik itu berbeda tapi hasil akhirnya sama, kata Tuhan.

Aku akan memberikan hal-hal besar, hal-hal yang luarbiasa, Aku akan melewatkan Lampung, Aku akan melewatkan Lampung dari amarahKu, kata Tuhan. Jangan takut, karena Aku menemukan hati, Aku menemukan orang-orang yang berdoa, Aku menemukan lutut yang bertelut di hadapanKu, Aku menemukan air mata bercucuran, Aku menemukan hati, kata Tuhan. Pada saat Aku menemukan hati disitulah tempatKu, kata Tuhan. Disitulah engkau menyediakan tempat bagiKu. Aku tidak bisa memaksa, Aku tidak bisa memaksa setiap gereja-Ku, tapi Aku menunggu di depan pintu, Aku selalu mengetuk di depan pintu, sampai engkau membukakan pintu itu. Pada saat engkau membukakan pintu bagiKu, serahkan semuanya kepadaKu. Apa yang tidak bisa Aku lakukan, kata Tuhan, Aku akan memberikan dunia seperti engkau membalikkan telapak tanganmu. Asal ada hati, ada hati, kata Tuhan.

Dan biarlah itu dimulai dari hal yang kecil, hal yang kecil, hal yang tidak nampak bagi dunia, biarlah itu boleh menjalar seperti API di malam hari. Orang-orang tidak akan melihatnya, orang-orang tidak akan menyadarinya, tapi roh mereka sadar, roh mereka sadar, karena pada saat mereka berjalan di siang hari, yang mereka lihat adalah dunia, tapi pada saat mereka tidur Roh-Ku akan bekerja, Roh-Ku bekerja menjangkau kota ini. Roh-ku bekerja menjangkau sudut-sudut gelap di kota ini. Tidak akan ada gelap lagi di kota ini, kata Tuhan. Meskipun orang menyebut malam, tapi malam itu akan penuh dengan Terang-Ku, kata Tuhan, malam itu penuh dengan Terang-Ku, dan orang akan berjalan dan tidak merasa takut lagi di kota ini, suatu transformasi yang luarbiasa akan Aku buat, akan Aku buat dan sudah dimulai, kata Tuhan. Tetaplah duduk bersama-sama kata Tuhan, tetaplah duduk bersama-sama, jangan goyah hatimu, jangan goyah hatimu, kata Tuhan.

Aku akan melewatkan Lampung, kata Tuhan, Aku akan melewatkan Lampung. Engkau akan menjadi teladan bagi pulau ini, engkau akan menjadi teladan bagi pulau ini. Pada saat Lampung bertobat, maka ”ujung utara” akan runtuh, ”ujung utara” runtuh kata Tuhan, dan Indonesia kembali, Indonesia kembali kata Tuhan.

Lihatlah tolok ukur di sekelilingmu, kata Tuhan. Apa yang kau tunggu lagi, apa yang kau tunggu lagi kata Tuhan. Tidak perlu lagi Aku menggoncang satu tempat, kata Tuhan, Aku tidak mau melakukan itu asal Aku menemukan hati, kata Tuhan, jangan biarkan itu lagi terjadi kata Tuhan, jaga kota ini kata Tuhan. Aku sudah menetapkan menara-menara, Aku sudah menetapkan penjaga-penjaga, kata Tuhan, dan biarlah penjaga-penjaga itu boleh berwaspada sepanjang waktu, kata Tuhan.

Menara Doa Kota Bandar Lampung
Januari 2010


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: